Planet Hanacaraka…

Sketh planet ini menggunakan pastel oil yang saya tuangkan di atas kertas linen hitam yang sudah saya potong-potong menjadi ukuran 20×25 cm, supaya mudah untuk di pajang dalam frame photo ukuran 10R. Untuk tulisan aksara jawanya saya menggunakan pensil lalu saya lapisi dengan ballpoint glitter beraneka warna, terakhir saya semprotkan pilox clear tipis saja.

Berikut beberapa koleksi photo dari sketh yang pernah saya buat dan saya bagikan kepada teman-teman 🙂 … Continue reading

Funny Planets…

ketika melihat gambar planet yang bertebaran di jagad raya di buku atau majalah rasanya kagum sekali, betapa saya sangat menyukai hal-hal yang berbau astronomi ini, namun sekali lagi karena ketidak mampuan saya untuk melukis secara perfect/ sempurna, jadilah lukisan planet dengan explorasi spontanitas saja, seperti planet Uranus yang malah seperti planet semangka??… tapi apapun hasilnya, kalau boleh narsis nih, walaupun warna warninya ngejrenk, yang penting ‘rasa’nya dapat, ya rasa keindahan imajinasi dari sudut pandang pribadi. Continue reading

Sweet Figures…

Figure manusia telanjang…

kalau mengingatnya, rasanya tak mungkin semua ini bisa terjadi, pertama kali melihat orang yang telanjang itu rasanya saya malu campur kaget, tapi hanya sebatas saya simpan dalam hati saja. Lalu mencoba menggambarnya… Saya sampai bingung harus mulai dari mana, kepala dulu atau kaki dulu atau dada dulu, boro-boro menggambar manusia telanjang, menggambar orang biasa saja saya tidak pernah. Continue reading

Sweet Moons…

Dengan cat minyak dan media kanvas segi 8, @25 cm x 8 squares. pertama saya men-sketh gambar terlebih dahulu dengan pensil biasa, jika salah juga mudah di hapus, lalu saya warnai dengan cat minyak. perlu kesabaran oleh karena tidak bisa langsung jadi seperti halnya cat air acrilyc, bertahap lapis demi lapis, untuk satu lapisan membutuhkan minimal 2 minggu an supaya kering, lalu kita bisa lapisi lagi dengan gambar bunga dan sebagainya, untuk betul-betul kering cat minyak membutuhkan waktu minimal 3 bulanan.

Saya memang tak pandai melukis gambar bulan, kadang pas bulan purnama, bulannya jinggran, warnanya terang benderang keemasan tapi tetap saja saya tak bisa menangkap getaran warna apa yang sesuai untuk melukiskan bulan, lamat-lamat saya perhatikan… Hey, apa yang tampak pada bulan nun jauh di sana?… seperti sketh guratan gambar pulau atau daratan?… terus saya coba menuangkannya dalam kanvas, karena saya tak bisa sempurna menirukan guratan bulan, maka tangan saya mencoba untuk meluncur relax saja, sejadi-jadinya saja… eh, setelah saya perhatikan bulannya kok penampakannya malah mirip seperti bentuk kucing ya ^_^ …

Jadilah lukisan bulan decoratif dengan ciri khas seperti berikut ini:

Continue reading